Profil Keperawatan Parepare

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PAREPARE

A l a m a t       : Jalan Laupe Kota Parepare  ( 91132 )
Nomor Telepon/ Fax            : 0421 21898 / 0421 28362

Program Studi Keperawatan Parepare bermula dari SPK Departemen Kesehatan Parepare yang berdiri sejak tahun 1980 sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 245/Menkes/SK/VI/1979 dan dibangun diatas permukaan tanah seluas ± 20.000 m2. Pada tahun 2001, SPK Departemen Kesehatan Parepare dikompersi menjadi Akademi Keperawatan (AKPER) Departemen Kesehatan  Parepare dengan  dasar hukum Surat Keputusan Kapusdiknakes Nomor HK.00.061.1.2333 tanggal 21 Agustus 2000. Barulah pada tahun 2003, dialihkan dan bergabung dengan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Keperawatan Program Studi Keperawatan Parepare, sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1049/MENKES/SK/VI/2003 tanggal 15 Juli 2003 hingga sekarang.

Program Studi Keperawatan Parepare dalam hal pelaksanaan pendidikan tenaga kesehatan pada umumnya menerapkan enam komponen departemen sesuai kompetensinya masing-masing, yakni: Keperawatan Dasar, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, serta Keperawatan Komunitas, dan Keperawatan Keluarga yang kemudian terbagi dalam sub-sub mata ajaran yang didasari oleh GBPP dan Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Kerjasama yang telah melakukan MoU (memorandum of understanding) dalam berbagai bidang telah dilaksanakan dan diterapkan secara optimal, yaitu Rumah Sakit di berbagai wilayah dalam rangka Pelaksanaan Praktik Klinik Keperawatan, Pemerintah Daerah dalam hal pembinaan dan konsultasi Kesehatan Reproduksi, Kenakalan Remaja, dan HIV/AIDS, serta pada saat ini dikembangkan Unit BSB (Brigade Siaga Bencana) yang melibatkan elemen-elemen tenaga kesehatan lainnya. Dalam hal pengabdian kepada masyarakat, unsur civitas akademika rutin melaksanakan Penyuluhan dan Pembinaan Kesehatan kepada masyarakat, serta melakukan pembinaan berupa Rumah Binaan untuk masyarakat yang kurang mampu.

Program Studi Keperawatan Parepare berada dalam ruang lingkup Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar, dipimpin secara profesional oleh seorang Ketua Program Studi yang bertanggung jawab langsung kepada Ketua Jurusan Keperawatan. Dalam pelaksanaan tugasnya, Ketua Program Studi melakukan Evaluasi Diri Program Studi Keperawatan Parepare Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar yang berkoordinasi langsung dengan staf dan dosen.

Seleksi penerimaan mahasiswa di Program Studi Keperawatan Parepare dilaksanakan dengan beberapa sistem penerimaan, yaitu Penerimaan Mahasiswa Jalur Undangan, Penerimaan Mahasiswa Lintas Provinsi, dan Penerimaan Mahasiswa Register melalui Online System. Secara teknis, seleksi penerimaan mahasiswa baru ini berdasar pada Petunjuk Teknis yang diterbitkan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan.

Ditinjau dari Sumber Daya Manusia, Program Studi Keperawatan Parepare memiliki staf dengan jumlah 28 orang, terdiri dari 15 tenaga dosen dan staf sebanyak 13 orang. Kualifikasi pendidikan untuk tenaga dosen 100% adalah S2 dan 1 orang sementara menyelesaikan pendidikan S3. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran di laboratorium dan klinik dibantu oleh tenaga instruktur dengan sertifikat pelatihan khusus yang menunjang serta Clinical Intructure pada lahan praktik klinik dalam rangka pencapaian kompetensi keperawatan yang lebih luas seiring dengan tuntutan/ kebutuhan pasar kerja. Pelaksanaan Proses Pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien ditunjang oleh sarana dan prasana yang sangat memadai, terdapat 7 ruangan laboratorium meliputi: Laboratorium Dasar, Laboratorium Bedah, Laboratorium Anak, Laboratorium Maternitas, Laboratorium Komunitas, dan laboratorium jiwa serta 2 ruang Laboratorium Bahasa, dan laboratorium tersebut telah dilengkapi dengan alat/ instrument yang modern.

Adapun pengelolaan keungan di Program Studi Keperawatan Parepare menerapkan sistem BLU yang berdasar pada aturan direktorat Politeknik Kesehatan Makassar. Sumber dana dari DIPA Poltekkes Kemenkes Makassar serta pungutan kepada masyarakat berupa pembayaran iuran SPP setiap semester.

Untuk menciptakan iklim akademis guna mendorong perkembangan kegiatan akademik dikembangkan suasana akademik dengan membina interaksi antara mahasiswa dengan dosen dan staf. Untuk mewujudkan hal tersebut telah dikembangkan kegiatan-kegiatanantara lain diskusi ilmiah, pengabmas dan kunjungan lapangan, kegiatan studi banding, dan dialog mahasiswa dengan pengelola program studi. Disamping itu juga dibina interaksi antara sesama staf pengajar dan antara staf dengan pimpinan. Bentuk kegiatan ini berupa pembenahan sistem manajemen yang ada, seminar/diskusi kepemimpinan dan pertemuan rutin ditingkat program studi dan direktorat.

Konstribusi mahasiswa dalam pengembangan Pendidikan secara subjektif memberikan gambaran nyata bahwa pada dasarnya objek dari pelaksanaan pendidikan lebih banyak mengarah pada pembentukan pribadi mahasiswa, sehingga pengembangan tersebut mempengaruhi seberapa besar kebutuhan pasar kerja terhadap output atau lulusan yang dihasilkan, pada tahun 2010/2011 tercatat 41 orang (73,2%) dari 56 lulusan, tahun 2011/2012 sebanyak 53 orang (88,2%) dari 60 lulusan, tahun 2012/2013 terdapat 41 orang (70%) dari 60 lulusan, dan pada tahun 2013/2014 terdapat 55 orang (59,2%) dari 93 lulusan,serta pada tahun 2014/2015 dari 88 lulusan terdapat 66 lulusan (75%) telah menduduki dunia kerja selama pendataaan 2 x 6 bulan. Hal tersebut dapat pula terlaksana dengan baik karena adanya dukungan kurikulum yang diterapkan dalam proses pembelajaran yang baik dan pengembangan suasana akademik yang kondusif. Hal-hallain yang turut mendukung kelancaran kegiatan tersebut adalah adanya sumber daya manusia, infrastruktur yang memadai, sistem informasi, layanan mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat. Secara keseluruhan program studi Keperawatan Parepare dapat berjalan dengan baik dan lancar karena didukung oleh struktur organisasi yang efektif dan efisien yang mampu mengelola lembaga dengan baik, serta pendanaan yang baik pula.

Kegiatan penelitian dosen dikelola secara terpusat pada UP2M Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam hal peningkatan derajat kesehatan dengan memberikan pengajaran dan pelatihan pada masyarakat dalam bidang kesehatan khususnya keperawatan dan perkembangannya. Peningkatan dan pengendalian mutu dilakukan baik secara internal maupun eksternal yang meliputi aspek input, proses pembelajaran, output serta outcome. Dengan adanya hal tersebut, Program Studi Keperawatan Parepare mampu meningkatkan dan mengendalikan mutunya sehingga diperoleh dampak positif terhadap pengalaman belajar mahasiswa. Sarana dan prasarana sistem informasi serta tenaga pendukung untuk kegiatan operasional program studi yang tersedia sudah memadai sehingga pengambilan keputusan baik di tingkat program studi/jurusan/politeknik kesehatanKemenkes Makassar dapat berlangsung dengan cepat karena data-databisa diakses secara cepat dan tepat.

Pada saat ini pula, Program Studi Keperawatan Parepare telah bersertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 sebagai jaminan pengendalian mutu yang sangat efektif, dan IWA 2: 2007 sebagai pedoman dalam perkembangan manajemen yang lebih baik.

Rencana pengembangan program studi Keperawatan Parepare disusun sedemikian rupa sebagai pedoman bagi program studi untuk keberlanjutannya dalam rangka pengembangan sarana, prasarana, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang didukung sepenuhnya oleh Jurusan Keperawatan Politenik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar.